Rekomendasi 3 Tempat Makan -Muslim Friendly- di Pulau Jeju, Korea

Selama 3 hari di Jeju, kami juga berhasil memenuhi check list kuliner ke 3 tempat. Memang gak mudah menemukan tempat makanan halal di Jeju, bahkan untuk cemilan-pun, turist muslim juga mesti ekstra perhatian. Setelah belajar & mencari dengan sungguh-sungguh, akhirnya best tour guide kita menemukan beberapa list tempat makan muslim friendly yang ada di pulau Jeju.

(Ya, saya juga tau, kalau dalam postingan ini mengandung tulisan-tulisan yang cukup sulit dibaca, haha).

1. Cheonhaecheon, Shabu-Shabu Restaurant.

Shabu resto
Shabu-Shabu Restoran, Jeju.

Alamat: 25 Halladaehang-ro, Nahyeong-dong, Cheju, Jeju-do. Restorannya cukup besar, dan menawarkan 2 menu, ‘buffet all you can eat’ & ala carte menu.

Shabu res 3
All you can eat buffet.
Shabu res 4
Sudah lapar banget, jadi gak sempat foto beforenya.
Shabu res 2
Interior tempat makannya, menarik.

Karena malam itu kami kelaparan seharian, jadi menu yang dipilih pastinya adalah ‘buffet, all you can eat’. Total tagihan kami bertiga 78.000 won, atau sekitar 1 juta rupiah. Iya, ini mahal banget secara nominal. Tapi rasanya badan yang masih jetlag, capek, campur hectic, terbayar sama makanan yang benar-benar memuaskan waktu itu. Pilihan seafoodnya banyak banget, juga segar, ditambah boleh ambil daging sesukanya. Semuanya sesukanya. Jadi dengan budjet segitu, it was worth!. Itung-itung seumur kali jalan ini. ^^’

Shabu res 1
Gratis 2 pin kulkas bergambar Jeju Island , setelah makan disini.

2. Seopji Haenyeouijip.

Seopji 1
Lokasinya dekat dengan Seongsan Ilchulbong

Alamat: 95-15 Seopjikoji-ro, Seongsan-eup, Seogwipo-si, Jeju-do. Ini yang paling susah dibaca. Restoran ini terkenal dengan masakan abalonenya, termasuk bubur abalone. Tempatnya juga bagus sekali, di tepi pantai. Sun makan bubur abalone, saya bubur crab, dan kami juga pesan gurita berbumbu (entah namanya apa, tapi enak banget) untuk dibawa pulang. Total tagihan billnya mungkin sekitar 24-30.000 won. Ini juga super rekomen.

Seopji 2
Tempat makannya dijaga sama halmeoni, nenek-nenek ^^ Orangnya ramah, baik.
Seopji menu
Cuma bubur dan side dish, tapi ini menunya ngangenin banget.
Seopji 7
Pemandangan dari belakang rumah makannya. Seongsan Ilchulbong dari jauh.

3. Yeongsong Galchiyori.

Yeonsong
Restoran yang spesial jual menu Galchi/ Ikan.

Alamat: 145 Chilsimni-ro, Seogwipo-si, Jeju-do. Restoran ini terkenal dengan masakan ikannya, Galchi. Galchi adalah ikan khas yang populer di pulau Jeju. Yang disajikan dengan di bakar, atau di panggang. Sun pesan Galchi ini, saya dan Alif makan seafood soup, ditambah seporsi Galchi lagi untuk dibawa pulang. Total yang harus dibayar sekitar 30an ribu won. Ditulis ‘sekitar’ karena gak yakin, a.k.a lupa 😀

Yeonsong Bachan
Ini side-dish menu Korea, sebutannya Banchan. Macamnya banyak, yang paling kami suka itu teri dan kimchinya. Dan side dish ini gratis.
Yeonsong Menu
Lagi, sudah terlanjur dimakan, baru di foto. Tanda sudah lapar. Galchi, Seafood soup & Banchan.

Tentang harga makanan di Korea Selatan, memang tidak bisa disamakan dengan harga makanan-makanan di Indonesia. Biaya makan, termasuk biaya hidup dan transportasi di Korea termasuk tinggi. Mungkin karena daya hidup masyarakatnya sudah tinggi, negaranya pun sudah cukup maju. Segala sesuatu jika dikonversikan ke rupiah, bisa sampai 3x lipat. Hal ini juga mirip dengan biaya hidup di UAE, Dubai & Abudhabi.

Hanya saja, saat di pulau Jeju, harga makanan dan lainnya memang sedikit lebih murah dari harga di Seoul. Tapi selisihnya juga gak begitu jauh kok.

Segala puji dan syukur hanya kepada Allah. 

3 Hari di Pulau Jeju Korea, Rekomendasi Tempat Wisata Yang Mesti Dikunjungi

Cover Content
Pulau Jeju Korea Selatan 2018

 

1 April sore itu, kami mulai travelingnya. Kami berangkat dari Dubai Int’l Airport ke Hongkong, dengan lama perjalanan udara sekitar 8 jam dan tiba besok paginya. Lanjut lagi dari Hongkong ke Korea sekitar 3 jam, dan kami baru tiba di Incheon Int’l Airport Korea, siang hari, 2 April. 

Incheon Airport
Incheon International Airport, Korea

Annyeonghaseyo Korea. Kesan pertama tiba di Korea sangat baik sekali. Waktu itu kami mengantri di counter pengecekan passport, trus si Alif nangis, kayaknya karena kecapean dan bosan, kelamaan di pesawat. Karena inilah, petugas bandaranya mempersilahkan kami untuk masuk langsung ke antrian paling awal untuk stamp visa dan cek passport. Alhamdulillah, sebentar aja kelar. Setelah mengurus beberapa hal ke-imigrasi-an, masih di bandara Incheon, kami langsung beli sim card khusus turis seharga 50.000 won/ kartu atau sekitar 650.000 ribu rupiah. Yes memang mahal, tapi kami rasa sim card ini perlu banget untuk komunikasi & online, mengingat banyak bookingan tiket dan lain-lain yang tersimpan di email. Lanjut beli T-Money card untuk kartu transportasi umum dengan isian 15.000 won/ kartu, juga beli air mineral & cemilan. 

Arex Counter Ticket
Airport Railroad Express Ticket Counter, Korea

Perjalanan masih harus berlanjut. Dari Incheon Int’l Airport, kami masih harus ke Gimpo Int’l Airport, lalu dari Gimpo Airport, terbang lagi ke Jeju-do. Kenapa mesti lewat Gimpo Airport? . Karena saat itu penerbangan yang murah & timing yang pas adanya lewat Gimpo, bukan Incheon. Transportasinya sangat mudah, dari Incheon airport ke Gimpo airport, kami cuma menggunakan Airport Railroad Express atau AREX. Ini yang berat cuma karena bawa 2 koper di dalam kereta^^’. 

Tiba di Gimpo airport, nanya kesana kesini, akhirnya sampai juga di counter airline Jeju-Air. Check-in, dan berangkat ke Jeju, via pesawat lagi selama 1 jam.

Jeju counter
Antrian Check-in Jeju Air

Lika-liku perjalanan yang panjang dari Abudhabi – Dubai Airport – Hongkong Airport – Incheon Airport – Gimpo Airport – hingga ke Jeju-do Airport, memang saangat panjang. Tapi justru ini bagian penting cerita kami dari ‘traveling’ itu sendiri, ya gak. 

Jeju Airport
Hello Jeju 🙂 Biar Capek, Tapi Bahagia Sudah Sampai

Yey.. Welcome to Jeju Island, South Korea, pulau yang asri, cantik. Yang sudah cukup maju, tapi masih kerasa nuansa desa-desanya gitu. Sangat menyenangkan, untuk tiga hari + tiga malam di pulau Jeju, dipotong perjalanan. Dan ini bucket list tempat yang berhasil kami jelajahi.

 

Seangsan Ilchulbong
Ini Penampakan Seongsan Ilchulbong Dari Jauh, Korea 2018

Seong-san Ilchulbong (ilchulbong=tempat matahari terbit)

Karena harinya cerah, udara masih sejuk, rencana berubah dikit, hari pertama kami memutuskan kesini. Ini salah satu highlight lokasi wisata favorit pulau Jeju. 

Seongsan Photo 12
Captured by Drone. Sun Sempat Main Drone Bentar Sebelum Akhirnya Dilarang, Cantik Ya..
Seongsan Photo 1
Pemandangan di kaki gunungnya. Dibawah itu ada ibu-ibu penyelam, warga lokal, yang memang sudah terkenal di Jeju.
Seongsan photo 2
Waktu itu cerah, pengunjungannya pas rame banget.
Seongsan Photo 3
Ada fasilitas banana boat juga, berbayar. Liat view ini, mirip sama di Uluwatu Bali. Cantik, MasyaaAllah.

Tempatnya berupa gunung kawah, bekas erupsi gunung merapi sekitar 5000 tahun lalu. Cantik, dan dipuncaknya merupakan spot terbaik untuk liat sunrise katanya. Seongsan ilchulbong ini juga merupakan warisan alam dunia yang masih asri versi UNESCO. 

Seongsan_Ilchulbong_from_the_air wikiped
Ini foto sumbernya dari Wikipedia ya. Bentuk kawah gunungnya dari atas. Rencana kami juga mau ambil angel begini via drone, tapi dilarang 😀
Seongsan Photo 9
Tugu-tugu Internasional untuk Seongsan Ilchulbong.
Seongsan photo 6
Foto-foto dulu sebelum naik gunung ya.

Seongsan Photo 10

Sebenarnya banyak turis yang gak naik kepuncak, karena lihat & menikmati pemandangan dari bawah aja sudah cantik. Ditambah waktu jalan kaki ke puncaknya yang gak sebentar juga. Tapi karena mikir seumur hidup ini, jadi dibela-belain untuk coba liat kepuncak, bersama si anak bayi 3 tahun. Setelah dipuncak dan turun, rasanya memang benar, kamu gak akan nyesal. Pemandangannya super deh. 

Seongsan Photo 4
View dari atas, Masyaa Allah
Seongsan Photo 5
Akses jalan turun gunung.
Seongsan Photo 8
Sedikit view kawah di puncang gunungnya.
Seongsan Photo 11
Seongsan Ilchulbong Korea 2018
Seongsan Photo 7
Terima kasih mba-mba baik hati, yang menawarkan diri fotoin kita.

Yang menarik dan mengesankan adalah karena ‘ini di Jeju’, pulau asing yang sudah familiar ditelinga kami, tempatnya nyaman, cuacanya menyenangkan, dan gunungnya masih sangat friendly (gak begitu tinggi) untuk didaki sampai puncak, bahkan untuk si bayi kami yang masih 3 tahun. Masuknya pun juga gratis. 

 

Naksan-ro, Flower Festival

Naksan 1
Naksan-ro, Jeju 2018. Sakura bertemu Canola.
Naksan 2
View dari dalam kendaraan.

Naksan-ro, atau jalan Naksan. Tujuan wisata tambahan yang super cantik. April itu, musim semi,  waktunya bunga-bunga sakura mekar. Ditambah ada banyak bunga canola. Perpaduan warna pink, putih dan kuning. Duh.. benar-benar perasaan ini ikut berbunga-bunga.

Naksan 3
Tempat yang cantik untuk selfie, bahkan waktu itu ada yang foto pra-wedding (ditengah jalan).
Naksan 4
Festival Canola, di tepi jalan Naksan. Terharu, bahagia banget bisa liat ini.

Sebenarnya ini gak masuk bucket list tujuan wisata kami, tapi pas lewat, liat pemandangan cantik ini, jadi kami putar arah lagi, memutuskan untuk mampir sebentar. 

Naksan 5
Di pulau Jeju banyak banget kincir angin macam ini. Betah, gak mau balik :’)
Naksan 6
Blooming, Cherry Blossom.

Memang cuma sebentar, tapi memorinya menyenangkan, bahagia. Yang paling menarik adalah disini tempat pertama kali saya liat bunga sakura secantik ini. Masyaa Allah 🙂 Unforgettable moment deh.

 

Seopjikoji, Seogwipo

Seopjikoji 5
Seopjikoji Jeju, 2018
Seopjikoji 1
Seopjikoji, terdiri dari bukit-bukit.

The dramas filming location, masih di hari pertama. Sejujurnya, film atau drama Korea apa yang shooting di lokasi ini, saya juga gak tau. Tapi lokasi ini masuk bucket list para turist karena pernah dipakai untuk lokasi syuting beberapa film Korea. Ditambah, memang Seopjikoji punya pemandangan yang cantik. Dan kalau lagi beruntung, turist bisa menikmati bunga canola yang lagi bersemi. Sayangnya saat kami kesana, sudah gak begitu banyak canolanya. Lokasinya beberapa kilo meter dari Seongsan Ilchulbong.

IMG_3153
Selama naik turun gunung, bukit, si bayi 3 tahun sama sekali gak mau digendong.

 

Seopjikoji 3
Nama tempatnya kadang memang agak susah disebutin lidah Indonesia, Seopjikoji.

Seopjikoji 6

Seopjikoji merupakan area perbukitan di tepi laut. Di beberapa sisinya terdapat pantai juga. Dan ditengah perjalanan bukit-bukitnya, ada sebuah rumah yang dulunya dipakai untuk shooting film, dan sekarang digunakan untuk dekorasi tempat wisatanya dan tempat jualan souvenir. Tiket masuknya pun gratis.

Seopjikoji 4
Good View of Seopjikoji, Jeju.

Ada satu moment lucu disini saat Sun main drone, dan dronenya nyaris hilang kebawa angin laut yang kencang. Super deg-deg-an banget. Alhamdulillahnya masih jodoh, dronenya bisa stabil dikendalikan lagi dan bisa balik.

 

Teddy Bear Museum

TBM 1
Pintu masuk Teddy Bear Museum, Jeju Korea
TBM 2
Hallo Bears

Lokasinya dekat banget dari tempat kami nginap di Jeju, tinggal jalan kaki dari Hotel. Sesuai judulnya, museum ini isinya boneka teddy bear semua. Didalamnya juga ada teddy bear garden forest, teddy bear cinema, teddy bear caffe, dan shop. 

TBM 5
Didalam Teddy Bear Shopnya
TBM 3
Princess Hour Collection

Ini tujuan pertama kami dihari kedua, di Jeju. Satu hal yang paling saya ingat dari museum ini adalah, dia adalah icon drama korea Princess Hour. Drama korea jaman lama, yang baru bisa saya tonton justru saat sudah kerja. 

TBM 4

Liat banyak koleksinya, jadi bring back memories, nostalgia. Cuma isi koleksinya gak begitu banyak, walau museum ini berlantai 3. Ditambah Alif paling gak suka liat patung-patung dan boneka-boneka begini, jadi memang gak lama-lama di museum ini. Pengunjung dikenakan tiket masuk berbayar sebesar 10.000 won, atau sekitar 130.000 ribu rupiah.

 

Cheonjiyeon Waterfall

Cheonjiyeon 1
When Sky Connected with Land, mitos warga lokalnya begitu.
Cheonjiyeon 2
Pemandangan sekitar air terjunnya

 

Sebenarnya ada 2 list lokasi air terjun di Jeju yang lumayan dekat dengan lokasi kami menginap. Dan kami memilih kesini karena tempat ini cukup dekat dari tempat makan halal yang kami kunjungi siang itu. 

Cheonjiyeon 3
Stream

 

 

Selain karena air terjunnya, yang membuat pengunjung tertarik kesini mungkin karena jalan sebelum sampai ke lokasi air terjun. Pengunjung akan jalan di sepanjang pinggiran aliran air. Nuansanya masih asri dan teduh. Tiket masuk berbayar sebesar 2000 won per orang dewasa, atau sekitar 26.000 rupiah.

Cheonjiyeon 5
The Old Father, Patung Khas Jeju.
Cheonjiyeon 4
Hari itu sebenarnya rame banget, tapi di foto ini gak keliatan ramenya.

 

Sanbang-san 

Sangbansan all
Kebun bunga Canola, Sanbangsan, Jeju.

Ini daerah gunung tinggi, dimana di kaki gunungnya terdapat kuil, dan tempat wisata, dan yang paling terkenal, yakni kebun bunga canola, bunga kuning yang baru pertama saya tau di Jeju. 

Sangbansan 4

Sangbansan 3
Yellow, my Sun & Little Sun

Banyak kebun canola yang tersebar di daerah gunung Sanbang ini. Biasanya kebun-kebun ini milik warga lokal, yang memang dibuat untuk dikunjungi tiap musim semi. Sekali masuk kebun, kami cuma harus membayar 1000 won, atau sekitar 12.000 rupiah.

Sangbansan 5
Sore itu sudah mulai mendung, Cantik.

Bunga-bunga ini hanya akan mekar saat musim semi saja katanya. Jadi kunjungan kami tepat kali ini.

Sangbansan 1
Our Lovely, Alif Hamasy Alfath

 

Pastinya pulau Jeju punya banyak lagi tujuan wisata yang gak mungkin bisa kami jelajahi semuanya. Dan ini total kunjungan kami selama 3 hari disana, dipotong setengah harian diperjalanan. Ditambah, kami juga bisa melihat gunung tertinggi di Korea Selatan selama perjalanan, Hallasan. 

Sangbansan 7.jpg
Kuning Ceria, penutup petualangan kami di Jeju

Transportasi?. Selama di Jeju, semua perjalanan kami lakukan via taxi. Pasti mahal ya? Lumayan. Jadi ceritanya ini semua diluar rencana awal. Sebelum berangkat, suami sudah benar-benar mempersiapkan, kalau di Jeju nanti kami akan pakai mobil sewaan untuk keliling. Sim/ license internasional-pun sudah dibuat. Mobil juga sudah booked online dan sudah dibayar. Qodarullah, sampai di Jeju ternyata ada 1 lembar lampiran SIM internasional yang kurang. Pemilik rental mobil gak berani meminjamkan mobilnya tanpa 1 lembar surat itu. Alhasil, rencana keliling pulau Jeju pakai mobil sewaan pupus sudah. Jadi, diluar rencana, biaya sewa mobil tersebut dikembalikan, dan kami jadi harus pakai taxi ke semua tujuan wisata diatas. Tapi tetap menyenangkan. Hikmahnya akhirnya kami juga bisa kenalan dengan ahjussi-ahjussi driver taxi yang ramah dan baik-baik.