Diposkan pada Deskripsi Banyak Hal, Tentang Ade - Sun & Keluarga Kita

Visa & Beberapa Persiapan Kami Traveling ke Korea

Karena berdomisili di Abudhabi-UAE, kami mengurus keperluan visa dari kedutaan disini.   Pertama kali datang ke Kedutaan Korea Selatan, mungkin sekitar 3 bulan sebelum keberangkatan kami. Saat itu kami diberikan form oleh petugas kedutaan tentang dokumen apa saja yang diperlukan. Ada 3 jenis kunjungan masuk ke Korsel dimana tiap tipe kunjungan memerlukan dokumen yang berbeda pula. Pertama untuk keperluan bisnis dan kerjaan, kedua untuk liburan, dan ketiga untuk medical/ kesehatan. 

Visa Req
Visa Requirements

Syarat-syarat pengajuan visa liburan kurang lebih seperti ini.

  1. Mengisi formulir pengajuan visa, lengkap. Apa saja isinya: semua data diri, lama perjalanan, lokasi tempat tinggal selama di Korea, nomor darurat yang bisa dihubungi, estimasi biaya perjalanan, penanggung perjalanan, dan sejenis ini.
  2. Foto terbaru background putih ukuran 3×4 sebanyak 1 lembar.
  3. NOL atau No objectioan letter atau surat ketenagakerjaan dari perusahaan penanggung visa yang berisi tentang pekerjaan, gaji, jabatan, kewarganegaraan, dan lainnya. Untuk yang wirausahawan, bisa dengan memakai surat izin usahanya. 
  4. Surat mutasi rekening bank atau bank statement 3 bulan terakhir milik penanggung visa.
  5. Travel itinerary atau rencana perjalanan, disertai lampiran tiket pesawat pp dari tempat domisili ke Korsel, serta hotel reservasi. Untuk kami, karena hotelnya belum fix, jadi kami booked yang free cancelation, cuma untuk syarat pengajuannya aja. 
  6. Melampirkan original passport yang masih berlaku minimanl 6 bulan, minimal masih ada 2 lembar sheet visa di buku passport, serta fotokopi passport ukuran kertas a4.

Lumayan repot, kami mesti 2x bolak balik ke kedutaan karena ada dokumen kelengkapan yang masih kurang. Kalau sudah komplit, dan berkas diterima, visa bisa jadi sekitar 1 mingguan. Visa yang released bisa berlaku 3 bulan sejak tanggal dikeluarkan. 

Visa
Alhamdulillah, Visa Released, yey!

Persiapan lainnya apa?. Nah ini yang lumayan pusing juga 😀 .

Pertama, mulai dengan nge-list tempat-tempat wisata & tempat makan halal yang mau dituju. Ini mesti rajin-rajin banget cari referensi via google. Tempat yang rekomen & tentang sharing cerita perjalanan orang-orang yang bisa kami contoh atau pelajari. Kalau sudah ada, lanjut mulai nge-pinned tempat-tempat tujuan tadi di map online/ offline, untuk memudahkan perjalanan saat disana nanti. Trus cari referensi lagi gimana cara dan transport ke sana, juga biaya yang diperlukan. Sampai jadi satu plan lengkap, jadwal dari hari pertama sampai terakhir di Korea. Ini sih tergantung plan masing-masing juga ya. Mungkin ada orang yang bisa on the spot aja gitu, berangkat kesana, dan langsung jalan-jalan dengan rencana on the spot pula. Tapi rencana kami ya seperti ini. Daaan, Alhamdulillah semua ini di handle oleh guide terbaik, my Sun *senang bekerja sama dengan Anda 😀

Pinned Map
Ini Map Offline yang di-Pin sama Sun. Total sebenarnya ada lebih dari 70 titik 😀

Kedua, mulai masukin perbekalan makanan ke koper. Bekal? Iya dong.. kami bawa beras buat jaga-jaga keamanan perut, sekitar 1kg. Bawa rice cooker andalan (tiap traveling jauh juga selalu begini, haha). Bawa cemilan & roti si bayi 3 tahun. Bawa ‘Indomie seleraku’ juga pastinya. 

Ketiga, siapkan obat-obatan. Dari vitamin, obat batuk pilek flu, obat demam, untuk kami dan juga sikecil. Qodarullah akhirnya obat ini kepakai juga disana, karena diakhir hari-hari traveling si kecil demam. 

Keempat, siapkan pakaian secukupnya. Yaa.. saya juga ngerti kok, kalau pakaian muslimah itu banyak banget, mulai dari kaos kaki, celana leging, dalaman jilbab & jilbabnya lagi, ditambah pakaian intinya, entah itu gamis atau atasan & bawahan. Konsekuensinya memang  gak bakalan bisa bawa tas ransel, mesti bawa koper, dan kopernya pun bisa lebih besar dari yang normal. Ditambah lagi pakaian suami. Berat?. Gak kok! Kalau temanya liburan, jadinya ringan 😀 lagian kan yang bawain koper, pak Sun ^^

Kelima, cek list peralatan lain-lain yang menurut kamu penting. Versi kami, mesti bawa tas ransel buat bawa perbekalan, power bank karena Sun bakal sering mantengin HP buat ngetrack jalan. Bawa charger. Colokan kabel mata 2. Kami juga bawa drone buat mainan pak suami. Dan kamera digital.

Keenam, kalau traveling bareng anak bayi dibawah 5 tahun, jangan lupa bawa juga perlengkapan & cek must-list si kecil. Kadang malah barang bawaan dia yang paling banyak. Mulai dari pakaian, stok diapers, minyak telon, tisu basah dan lainnya, seperlunya. Bawa mainan dia, buat hiburan kalau dia bosen. Bawa stroler kecil dan gendongan, yang Alhamdulillah ini sangat membantu jalan-jalan disana. Dan hampir tiap jalan-jalan, kami selalu bawa nasi, lauk dan telur matang, jaga-jaga kalau si bayi lapar dan kami belum ketemu tempat makan halalnya.

Exchange

Ketujuh, tukar uang. Jadi untuk jaga-jaga, kami tukar beberapa dirham aja ke Korean won. Gak banyak-banyak, karena kursnya jatuh banget kalau langsung tukar dari dirham UAE ke won gitu. Trus kami juga tukar hampir semua budjet selama liburan, ke US dollar. Kenapa gak ambil via atm disana aja?. Gak, karena info dari teman yang sering perjalanan ke luar, kalau ambil duit via atm di luar negeri, kursnya juga jelek banget. Yes, segitu perhitungannya yak menghindari perbedaan kurs!. Sampai di Korea, baru dollarnya kami tukar ke won. 

Koper
Total bawaan, 2 koper ini, ditambah 1 tas ransel, ditambah portable stroller si kecil.

Secara umum, yang mesti saya highlight 7 point ini. Nanti kalau ada tambahan, di edit lagi 😀

Setelah semua siap, Bismillah..Cus. 

Diposkan pada Deskripsi Banyak Hal, Tentang Ade - Sun & Keluarga Kita

9 Hari Dalam Drama di Korea

Namsan Tower
Namsan Tower Seoul 2018

Ah..hectic sendirian. Tiap mau mulai nulis, baru difikirin, sudah girang duluan. Iya! akhirnya cita-cita ke negeri ‘drama’ itu terkabul, ya Allah.. bersyukurnya. Traveling ke Korea Selatan, perjalanan mewujudkan mimpi mengunjungi tempat-tempat bagus yang sering saya liat di film-filmnya. Perjalanan 9 hari ketempat yang sebenarnya asing, tapi kayak familiar gitu di otak. 

Secara keseluruhan semua menyenangkan, pengalamannya cantik, walau selama perjalanan kami ada drama-drama nya, tapi siapa yang peduli, selama temanya liburan, pasti menyenangkan. Termasuk bisa libur dari aktifitas kerumah tanggan, masak, nyuci, nyetrika, ngelamun dan lain-lain, haha.

Rencana liburan ke Korea sebenarnya sudah kami fikirkan dari jauh-jauh hari, bahkan setahun yang lalu. Niat awalnya mau berangkat bulan Januari awal tahun ini, saat winter, yaa sekalian mewujudkan mimpi katrok saya, ‘ingin main salju’. Tapi karena ini dan itu, ada pertimbangan lain, akhirnya batal. Dan kemudian di geser ke bulan April, Spring Season, Musim Semi. 

Seoul City View
Seoul, Ibu Kota Korea Selatan. April 2018

Secara khususnya, persiapan kita mulai mungkin sekitar 2-3 bulan sebelumnya. Jauh banget ya!. Iya, karena pertama, kami akan pergi ke negara yang mayoritasnya non-muslim, yang artinya, harus tau tempat makanan halal (yes, salah satu checklist traveling adalah kuliner). Juga mesti tau lokasi wisata yang muslim friendly untuk dikunjungi. Kedua, karena kami pergi gak bareng jasa travel, jadi mesti dikit banyak tau cara traveling ini itunya (yang akhirnya, semua beban ini jatuh ke suami, hahaha). Ketiga, karena liburan ini bersama si bayi usia 3 tahun, jadi kadang saya suka parno sendiri mikir ‘kalau begini, gimana?’, jadi persiapannya mesti detail.

Persiapannya apa saja?. Diawali dengan niat, lalu atur rencana waktu berangkat & lama liburan. Kami memutuskan untuk traveling selama 10 hari, estimate 9 hari di Korea, karena mumpung sudah jauh begini, ya gak?. Selanjutnya ngurus visa, setelah 3x bolak balik ke kedutaan Korsel, akhirnya berkas diterima, dan seminggu kemudian released 🙂 . Visa released, lanjut mulai kumpulin list tempat favorit, cara bisa sampai kesana, budjet kesana, cari hotel bagus yang masih masuk budget, list tempat makan halal,  booked ini itu, pinned map offline buat acuan pas traveling nanti, siapkan bawaan, dari baju, makanan, peralatan bayi, dan sejenisnya. Ini persiapan kalau ditulis memang simpel, tapi ngurusnya, luar biasa, capek, pusing, ada drama berantem beda pendapat, ini itu, dan lain-lain. (Itulah mengapa ada jasa travel, yang bisa dibayar untuk merancang semuanya, jadi tinggal berangkat gak pakai pusing 😀 ). Tapi syukurlah semua persiapan  dihandle oppa Sun a.k.a pak suami (habis itu dia nyemil adol sendirian, pusing 😀 ).

Persiapan komplit, waktunya mulai liburan. Ah rasanya warna warni. Grogi, senang, deg-deg an, takut, bahagia, excited, hectic, Alhamdulillah. Syuting drama Korea kami awali dari Pulau Jeju, lokasi utamanya di Lotte Hotel, trip nya naik ke Seong-san Ilchulbong/ Seong-san Sunrise Peak, lalu lanjut ke populer shooting location Seopjikoji, Naksan-ro Spring Festival, Teddy Bear Museum, liat panen bunga canola di Sanbangsan, terakhir lanjut ke air terjun Cheonjiyeon. Kuliner? Alhamdulillah juga kesampaian (detail dibahas nanti insyaaAllah).

Tiga malam di Jeju-do, lokasi shooting pindah ke Seoul. Semalam ngerasain bobo cantik di  Hanok, rumah khas Korea di daerah Bukchon. Ikut Han river cruise malam-malam, kunjungan ke perumahan Hanok Village Bukchon yang unik. Alhamdulillah kesampaian berkunjung ke satu-satunya Masjid besar Seoul di daerah Itewon. Ke Gyeongbukgong / Gyeongbuk Palace sambil pakai Hanbok, baju tradisional Korea. Rail Bike di Gapyeong. Ke Nami Island, the must-list yang direkomendasikan para blogger. Masih sempat ke Spring Festival di Jinhae, via train to Busan :D. Ke Namsan tower dan Cherry Blossom Festival di Yuido Seoul. Dan ditutup oleh malam kuliner di Myeongdong sekalian belanja. Masya Allah..

Spring Korea 2018
Sakura lagi mekar, cantik banget, MasyaaAllah. Di Yuido Seoul Spring Flower Festival 2018

Agendanya memang banyak, tenaga mulai habis, dan Qodarullah si kecil sempat demam. Ada checklist yang harus dibatalkan. Udara yang ekstrim dinginnya, padahal sudah masuk musim semi. Duit mulai cekat-cekit. Tapi semua masih menarik. Semoga senangnya ini gak berlebihan, tapi kami benar-benar bersyukur atas waktu & kesempatan yang dikasih.

Korea memang cantik. Walau untuk beberapa daerah kesannya masih biasa, tapi secara umumnya tetap cantik, dan bagus banget. Transportasinya juga maju banget. Masyarakatnya kindly, hampir semua orang yang kami temui ramah & pada baik. Alhamdulillah.

Untuk detail lokasi wisata, tempat kuliner, dan lainnya, menyusul yaa, di postingan lain InsyaaAllah. Anyeong yorobun.

Drama Korea, Istri-Ibu Rumah Tangga & Ruangan Nomor 19

Hotel room no19
Taken at Global Village Dubai 2018

Saya terfikir lagi, walau sebulan lebih mungkin setelah tamat menonton salah satu drama Korea, yang dalam filmnya ada sedikit cerita tentang ruangan nomor 19. Ceritanya tentang seorang perempuan yang sudah menikah, yang sedikit kehilangan jati dirinya, dan gak ingin terus menerus kehilangan kepribadiannya, yang lalu kemudian dia menciptakan ruangan pribadi di dalam rumahnya. Ruangan khusus untuknya. Tempat dimana dia bisa menjadi dirinya sendiri lagi. Tapi, ruangan itu kemudian terpakai oleh berbagai kebutuhan kerumahtanggan, dan hilanglah ruang pribadinya itu.

Hingga sampai suatu waktu, entah keinginan yang bagaimana, dia akhirnya menyewa satu kamar di sebuah hotel, ruangan nomor 19. Setiap berkunjung keruangan itu, sebenarnya diapun gak begitu mengerti apa yang harus dilakukan. Hanya perasaan senang, dia bisa menemukan dirinya lagi, menjadi dirinya sendiri. Kadang bahkan saat kunjungan ke ruangan itu, seharian dia hanya berdiam diri di dalamnya, dan hal simpel itu bisa membuatnya bahagia.

Beberapa lama seperti itu, hingga ada saat suami perempuan tersebut mulai curiga, tentang istrinya yang sering & rutin mengunjungi hotel tersebut. Kecurigaan itu berlanjut, berlanjut, sampai pada titik klimaks yang menyebabkan pasangan tersebut bertengkar. Sulit menjelaskannya, apa dan kenapa perempuan itu begitu menyukai ruangan nomor 19-nya. Hingga akhirnya, perempuan itu memilih berbohong pada suaminya, dan mengatakan kalau dia sering mengunjungi hotel tersebut karena telah berselingkuh. Endingnya mereka bercerai.

Perempuan itu memilih untuk menyimpan ruangan nomor 19 nya, karena sulit menjelaskan hal itu, pada suaminya. Karena terkadang sulit mendeskripsikan dan menjelaskan pada orang lain, tentang apa, bagaimana dan ingin seperti apa dirinya itu.

***

Pilihan perempuan itu memang agak gak masuk akal sik, yaa namanya juga cerita novel, ditambah bumbu-bumbu skenario drama Korea. Tapi, menjadi istri sekaligus orang tua, kadang sedikit banyak kita mengerti apa maksud perempuan itu, ya gak?.