3 Hari di Pulau Jeju Korea, Rekomendasi Tempat Wisata Yang Mesti Dikunjungi

Cover Content
Pulau Jeju Korea Selatan 2018

 

1 April sore itu, kami mulai travelingnya. Kami berangkat dari Dubai Int’l Airport ke Hongkong, dengan lama perjalanan udara sekitar 8 jam dan tiba besok paginya. Lanjut lagi dari Hongkong ke Korea sekitar 3 jam, dan kami baru tiba di Incheon Int’l Airport Korea, siang hari, 2 April. 

Incheon Airport
Incheon International Airport, Korea

Annyeonghaseyo Korea. Kesan pertama tiba di Korea sangat baik sekali. Waktu itu kami mengantri di counter pengecekan passport, trus si Alif nangis, kayaknya karena kecapean dan bosan, kelamaan di pesawat. Karena inilah, petugas bandaranya mempersilahkan kami untuk masuk langsung ke antrian paling awal untuk stamp visa dan cek passport. Alhamdulillah, sebentar aja kelar. Setelah mengurus beberapa hal ke-imigrasi-an, masih di bandara Incheon, kami langsung beli sim card khusus turis seharga 50.000 won/ kartu atau sekitar 650.000 ribu rupiah. Yes memang mahal, tapi kami rasa sim card ini perlu banget untuk komunikasi & online, mengingat banyak bookingan tiket dan lain-lain yang tersimpan di email. Lanjut beli T-Money card untuk kartu transportasi umum dengan isian 15.000 won/ kartu, juga beli air mineral & cemilan. 

Arex Counter Ticket
Airport Railroad Express Ticket Counter, Korea

Perjalanan masih harus berlanjut. Dari Incheon Int’l Airport, kami masih harus ke Gimpo Int’l Airport, lalu dari Gimpo Airport, terbang lagi ke Jeju-do. Kenapa mesti lewat Gimpo Airport? . Karena saat itu penerbangan yang murah & timing yang pas adanya lewat Gimpo, bukan Incheon. Transportasinya sangat mudah, dari Incheon airport ke Gimpo airport, kami cuma menggunakan Airport Railroad Express atau AREX. Ini yang berat cuma karena bawa 2 koper di dalam kereta^^’. 

Tiba di Gimpo airport, nanya kesana kesini, akhirnya sampai juga di counter airline Jeju-Air. Check-in, dan berangkat ke Jeju, via pesawat lagi selama 1 jam.

Jeju counter
Antrian Check-in Jeju Air

Lika-liku perjalanan yang panjang dari Abudhabi – Dubai Airport – Hongkong Airport – Incheon Airport – Gimpo Airport – hingga ke Jeju-do Airport, memang saangat panjang. Tapi justru ini bagian penting cerita kami dari ‘traveling’ itu sendiri, ya gak. 

Jeju Airport
Hello Jeju 🙂 Biar Capek, Tapi Bahagia Sudah Sampai

Yey.. Welcome to Jeju Island, South Korea, pulau yang asri, cantik. Yang sudah cukup maju, tapi masih kerasa nuansa desa-desanya gitu. Sangat menyenangkan, untuk tiga hari + tiga malam di pulau Jeju, dipotong perjalanan. Dan ini bucket list tempat yang berhasil kami jelajahi.

 

Seangsan Ilchulbong
Ini Penampakan Seongsan Ilchulbong Dari Jauh, Korea 2018

Seong-san Ilchulbong (ilchulbong=tempat matahari terbit)

Karena harinya cerah, udara masih sejuk, rencana berubah dikit, hari pertama kami memutuskan kesini. Ini salah satu highlight lokasi wisata favorit pulau Jeju. 

Seongsan Photo 12
Captured by Drone. Sun Sempat Main Drone Bentar Sebelum Akhirnya Dilarang, Cantik Ya..
Seongsan Photo 1
Pemandangan di kaki gunungnya. Dibawah itu ada ibu-ibu penyelam, warga lokal, yang memang sudah terkenal di Jeju.
Seongsan photo 2
Waktu itu cerah, pengunjungannya pas rame banget.
Seongsan Photo 3
Ada fasilitas banana boat juga, berbayar. Liat view ini, mirip sama di Uluwatu Bali. Cantik, MasyaaAllah.

Tempatnya berupa gunung kawah, bekas erupsi gunung merapi sekitar 5000 tahun lalu. Cantik, dan dipuncaknya merupakan spot terbaik untuk liat sunrise katanya. Seongsan ilchulbong ini juga merupakan warisan alam dunia yang masih asri versi UNESCO. 

Seongsan_Ilchulbong_from_the_air wikiped
Ini foto sumbernya dari Wikipedia ya. Bentuk kawah gunungnya dari atas. Rencana kami juga mau ambil angel begini via drone, tapi dilarang 😀
Seongsan Photo 9
Tugu-tugu Internasional untuk Seongsan Ilchulbong.
Seongsan photo 6
Foto-foto dulu sebelum naik gunung ya.

Seongsan Photo 10

Sebenarnya banyak turis yang gak naik kepuncak, karena lihat & menikmati pemandangan dari bawah aja sudah cantik. Ditambah waktu jalan kaki ke puncaknya yang gak sebentar juga. Tapi karena mikir seumur hidup ini, jadi dibela-belain untuk coba liat kepuncak, bersama si anak bayi 3 tahun. Setelah dipuncak dan turun, rasanya memang benar, kamu gak akan nyesal. Pemandangannya super deh. 

Seongsan Photo 4
View dari atas, Masyaa Allah
Seongsan Photo 5
Akses jalan turun gunung.
Seongsan Photo 8
Sedikit view kawah di puncang gunungnya.
Seongsan Photo 11
Seongsan Ilchulbong Korea 2018
Seongsan Photo 7
Terima kasih mba-mba baik hati, yang menawarkan diri fotoin kita.

Yang menarik dan mengesankan adalah karena ‘ini di Jeju’, pulau asing yang sudah familiar ditelinga kami, tempatnya nyaman, cuacanya menyenangkan, dan gunungnya masih sangat friendly (gak begitu tinggi) untuk didaki sampai puncak, bahkan untuk si bayi kami yang masih 3 tahun. Masuknya pun juga gratis. 

 

Naksan-ro, Flower Festival

Naksan 1
Naksan-ro, Jeju 2018. Sakura bertemu Canola.
Naksan 2
View dari dalam kendaraan.

Naksan-ro, atau jalan Naksan. Tujuan wisata tambahan yang super cantik. April itu, musim semi,  waktunya bunga-bunga sakura mekar. Ditambah ada banyak bunga canola. Perpaduan warna pink, putih dan kuning. Duh.. benar-benar perasaan ini ikut berbunga-bunga.

Naksan 3
Tempat yang cantik untuk selfie, bahkan waktu itu ada yang foto pra-wedding (ditengah jalan).
Naksan 4
Festival Canola, di tepi jalan Naksan. Terharu, bahagia banget bisa liat ini.

Sebenarnya ini gak masuk bucket list tujuan wisata kami, tapi pas lewat, liat pemandangan cantik ini, jadi kami putar arah lagi, memutuskan untuk mampir sebentar. 

Naksan 5
Di pulau Jeju banyak banget kincir angin macam ini. Betah, gak mau balik :’)
Naksan 6
Blooming, Cherry Blossom.

Memang cuma sebentar, tapi memorinya menyenangkan, bahagia. Yang paling menarik adalah disini tempat pertama kali saya liat bunga sakura secantik ini. Masyaa Allah 🙂 Unforgettable moment deh.

 

Seopjikoji, Seogwipo

Seopjikoji 5
Seopjikoji Jeju, 2018
Seopjikoji 1
Seopjikoji, terdiri dari bukit-bukit.

The dramas filming location, masih di hari pertama. Sejujurnya, film atau drama Korea apa yang shooting di lokasi ini, saya juga gak tau. Tapi lokasi ini masuk bucket list para turist karena pernah dipakai untuk lokasi syuting beberapa film Korea. Ditambah, memang Seopjikoji punya pemandangan yang cantik. Dan kalau lagi beruntung, turist bisa menikmati bunga canola yang lagi bersemi. Sayangnya saat kami kesana, sudah gak begitu banyak canolanya. Lokasinya beberapa kilo meter dari Seongsan Ilchulbong.

IMG_3153
Selama naik turun gunung, bukit, si bayi 3 tahun sama sekali gak mau digendong.

 

Seopjikoji 3
Nama tempatnya kadang memang agak susah disebutin lidah Indonesia, Seopjikoji.

Seopjikoji 6

Seopjikoji merupakan area perbukitan di tepi laut. Di beberapa sisinya terdapat pantai juga. Dan ditengah perjalanan bukit-bukitnya, ada sebuah rumah yang dulunya dipakai untuk shooting film, dan sekarang digunakan untuk dekorasi tempat wisatanya dan tempat jualan souvenir. Tiket masuknya pun gratis.

Seopjikoji 4
Good View of Seopjikoji, Jeju.

Ada satu moment lucu disini saat Sun main drone, dan dronenya nyaris hilang kebawa angin laut yang kencang. Super deg-deg-an banget. Alhamdulillahnya masih jodoh, dronenya bisa stabil dikendalikan lagi dan bisa balik.

 

Teddy Bear Museum

TBM 1
Pintu masuk Teddy Bear Museum, Jeju Korea
TBM 2
Hallo Bears

Lokasinya dekat banget dari tempat kami nginap di Jeju, tinggal jalan kaki dari Hotel. Sesuai judulnya, museum ini isinya boneka teddy bear semua. Didalamnya juga ada teddy bear garden forest, teddy bear cinema, teddy bear caffe, dan shop. 

TBM 5
Didalam Teddy Bear Shopnya
TBM 3
Princess Hour Collection

Ini tujuan pertama kami dihari kedua, di Jeju. Satu hal yang paling saya ingat dari museum ini adalah, dia adalah icon drama korea Princess Hour. Drama korea jaman lama, yang baru bisa saya tonton justru saat sudah kerja. 

TBM 4

Liat banyak koleksinya, jadi bring back memories, nostalgia. Cuma isi koleksinya gak begitu banyak, walau museum ini berlantai 3. Ditambah Alif paling gak suka liat patung-patung dan boneka-boneka begini, jadi memang gak lama-lama di museum ini. Pengunjung dikenakan tiket masuk berbayar sebesar 10.000 won, atau sekitar 130.000 ribu rupiah.

 

Cheonjiyeon Waterfall

Cheonjiyeon 1
When Sky Connected with Land, mitos warga lokalnya begitu.
Cheonjiyeon 2
Pemandangan sekitar air terjunnya

 

Sebenarnya ada 2 list lokasi air terjun di Jeju yang lumayan dekat dengan lokasi kami menginap. Dan kami memilih kesini karena tempat ini cukup dekat dari tempat makan halal yang kami kunjungi siang itu. 

Cheonjiyeon 3
Stream

 

 

Selain karena air terjunnya, yang membuat pengunjung tertarik kesini mungkin karena jalan sebelum sampai ke lokasi air terjun. Pengunjung akan jalan di sepanjang pinggiran aliran air. Nuansanya masih asri dan teduh. Tiket masuk berbayar sebesar 2000 won per orang dewasa, atau sekitar 26.000 rupiah.

Cheonjiyeon 5
The Old Father, Patung Khas Jeju.
Cheonjiyeon 4
Hari itu sebenarnya rame banget, tapi di foto ini gak keliatan ramenya.

 

Sanbang-san 

Sangbansan all
Kebun bunga Canola, Sanbangsan, Jeju.

Ini daerah gunung tinggi, dimana di kaki gunungnya terdapat kuil, dan tempat wisata, dan yang paling terkenal, yakni kebun bunga canola, bunga kuning yang baru pertama saya tau di Jeju. 

Sangbansan 4

Sangbansan 3
Yellow, my Sun & Little Sun

Banyak kebun canola yang tersebar di daerah gunung Sanbang ini. Biasanya kebun-kebun ini milik warga lokal, yang memang dibuat untuk dikunjungi tiap musim semi. Sekali masuk kebun, kami cuma harus membayar 1000 won, atau sekitar 12.000 rupiah.

Sangbansan 5
Sore itu sudah mulai mendung, Cantik.

Bunga-bunga ini hanya akan mekar saat musim semi saja katanya. Jadi kunjungan kami tepat kali ini.

Sangbansan 1
Our Lovely, Alif Hamasy Alfath

 

Pastinya pulau Jeju punya banyak lagi tujuan wisata yang gak mungkin bisa kami jelajahi semuanya. Dan ini total kunjungan kami selama 3 hari disana, dipotong setengah harian diperjalanan. Ditambah, kami juga bisa melihat gunung tertinggi di Korea Selatan selama perjalanan, Hallasan. 

Sangbansan 7.jpg
Kuning Ceria, penutup petualangan kami di Jeju

Transportasi?. Selama di Jeju, semua perjalanan kami lakukan via taxi. Pasti mahal ya? Lumayan. Jadi ceritanya ini semua diluar rencana awal. Sebelum berangkat, suami sudah benar-benar mempersiapkan, kalau di Jeju nanti kami akan pakai mobil sewaan untuk keliling. Sim/ license internasional-pun sudah dibuat. Mobil juga sudah booked online dan sudah dibayar. Qodarullah, sampai di Jeju ternyata ada 1 lembar lampiran SIM internasional yang kurang. Pemilik rental mobil gak berani meminjamkan mobilnya tanpa 1 lembar surat itu. Alhasil, rencana keliling pulau Jeju pakai mobil sewaan pupus sudah. Jadi, diluar rencana, biaya sewa mobil tersebut dikembalikan, dan kami jadi harus pakai taxi ke semua tujuan wisata diatas. Tapi tetap menyenangkan. Hikmahnya akhirnya kami juga bisa kenalan dengan ahjussi-ahjussi driver taxi yang ramah dan baik-baik.

Diposkan pada Deskripsi Banyak Hal, Tentang Ade - Sun & Keluarga Kita

Visa & Beberapa Persiapan Kami Traveling ke Korea

Karena berdomisili di Abudhabi-UAE, kami mengurus keperluan visa dari kedutaan disini.   Pertama kali datang ke Kedutaan Korea Selatan, mungkin sekitar 3 bulan sebelum keberangkatan kami. Saat itu kami diberikan form oleh petugas kedutaan tentang dokumen apa saja yang diperlukan. Ada 3 jenis kunjungan masuk ke Korsel dimana tiap tipe kunjungan memerlukan dokumen yang berbeda pula. Pertama untuk keperluan bisnis dan kerjaan, kedua untuk liburan, dan ketiga untuk medical/ kesehatan. 

Visa Req
Visa Requirements

Syarat-syarat pengajuan visa liburan kurang lebih seperti ini.

  1. Mengisi formulir pengajuan visa, lengkap. Apa saja isinya: semua data diri, lama perjalanan, lokasi tempat tinggal selama di Korea, nomor darurat yang bisa dihubungi, estimasi biaya perjalanan, penanggung perjalanan, dan sejenis ini.
  2. Foto terbaru background putih ukuran 3×4 sebanyak 1 lembar.
  3. NOL atau No objectioan letter atau surat ketenagakerjaan dari perusahaan penanggung visa yang berisi tentang pekerjaan, gaji, jabatan, kewarganegaraan, dan lainnya. Untuk yang wirausahawan, bisa dengan memakai surat izin usahanya. 
  4. Surat mutasi rekening bank atau bank statement 3 bulan terakhir milik penanggung visa.
  5. Travel itinerary atau rencana perjalanan, disertai lampiran tiket pesawat pp dari tempat domisili ke Korsel, serta hotel reservasi. Untuk kami, karena hotelnya belum fix, jadi kami booked yang free cancelation, cuma untuk syarat pengajuannya aja. 
  6. Melampirkan original passport yang masih berlaku minimanl 6 bulan, minimal masih ada 2 lembar sheet visa di buku passport, serta fotokopi passport ukuran kertas a4.

Lumayan repot, kami mesti 2x bolak balik ke kedutaan karena ada dokumen kelengkapan yang masih kurang. Kalau sudah komplit, dan berkas diterima, visa bisa jadi sekitar 1 mingguan. Visa yang released bisa berlaku 3 bulan sejak tanggal dikeluarkan. 

Visa
Alhamdulillah, Visa Released, yey!

Persiapan lainnya apa?. Nah ini yang lumayan pusing juga 😀 .

Pertama, mulai dengan nge-list tempat-tempat wisata & tempat makan halal yang mau dituju. Ini mesti rajin-rajin banget cari referensi via google. Tempat yang rekomen & tentang sharing cerita perjalanan orang-orang yang bisa kami contoh atau pelajari. Kalau sudah ada, lanjut mulai nge-pinned tempat-tempat tujuan tadi di map online/ offline, untuk memudahkan perjalanan saat disana nanti. Trus cari referensi lagi gimana cara dan transport ke sana, juga biaya yang diperlukan. Sampai jadi satu plan lengkap, jadwal dari hari pertama sampai terakhir di Korea. Ini sih tergantung plan masing-masing juga ya. Mungkin ada orang yang bisa on the spot aja gitu, berangkat kesana, dan langsung jalan-jalan dengan rencana on the spot pula. Tapi rencana kami ya seperti ini. Daaan, Alhamdulillah semua ini di handle oleh guide terbaik, my Sun *senang bekerja sama dengan Anda 😀

Pinned Map
Ini Map Offline yang di-Pin sama Sun. Total sebenarnya ada lebih dari 70 titik 😀

Kedua, mulai masukin perbekalan makanan ke koper. Bekal? Iya dong.. kami bawa beras buat jaga-jaga keamanan perut, sekitar 1kg. Bawa rice cooker andalan (tiap traveling jauh juga selalu begini, haha). Bawa cemilan & roti si bayi 3 tahun. Bawa ‘Indomie seleraku’ juga pastinya. 

Ketiga, siapkan obat-obatan. Dari vitamin, obat batuk pilek flu, obat demam, untuk kami dan juga sikecil. Qodarullah akhirnya obat ini kepakai juga disana, karena diakhir hari-hari traveling si kecil demam. 

Keempat, siapkan pakaian secukupnya. Yaa.. saya juga ngerti kok, kalau pakaian muslimah itu banyak banget, mulai dari kaos kaki, celana leging, dalaman jilbab & jilbabnya lagi, ditambah pakaian intinya, entah itu gamis atau atasan & bawahan. Konsekuensinya memang  gak bakalan bisa bawa tas ransel, mesti bawa koper, dan kopernya pun bisa lebih besar dari yang normal. Ditambah lagi pakaian suami. Berat?. Gak kok! Kalau temanya liburan, jadinya ringan 😀 lagian kan yang bawain koper, pak Sun ^^

Kelima, cek list peralatan lain-lain yang menurut kamu penting. Versi kami, mesti bawa tas ransel buat bawa perbekalan, power bank karena Sun bakal sering mantengin HP buat ngetrack jalan. Bawa charger. Colokan kabel mata 2. Kami juga bawa drone buat mainan pak suami. Dan kamera digital.

Keenam, kalau traveling bareng anak bayi dibawah 5 tahun, jangan lupa bawa juga perlengkapan & cek must-list si kecil. Kadang malah barang bawaan dia yang paling banyak. Mulai dari pakaian, stok diapers, minyak telon, tisu basah dan lainnya, seperlunya. Bawa mainan dia, buat hiburan kalau dia bosen. Bawa stroler kecil dan gendongan, yang Alhamdulillah ini sangat membantu jalan-jalan disana. Dan hampir tiap jalan-jalan, kami selalu bawa nasi, lauk dan telur matang, jaga-jaga kalau si bayi lapar dan kami belum ketemu tempat makan halalnya.

Exchange

Ketujuh, tukar uang. Jadi untuk jaga-jaga, kami tukar beberapa dirham aja ke Korean won. Gak banyak-banyak, karena kursnya jatuh banget kalau langsung tukar dari dirham UAE ke won gitu. Trus kami juga tukar hampir semua budjet selama liburan, ke US dollar. Kenapa gak ambil via atm disana aja?. Gak, karena info dari teman yang sering perjalanan ke luar, kalau ambil duit via atm di luar negeri, kursnya juga jelek banget. Yes, segitu perhitungannya yak menghindari perbedaan kurs!. Sampai di Korea, baru dollarnya kami tukar ke won. 

Koper
Total bawaan, 2 koper ini, ditambah 1 tas ransel, ditambah portable stroller si kecil.

Secara umum, yang mesti saya highlight 7 point ini. Nanti kalau ada tambahan, di edit lagi 😀

Setelah semua siap, Bismillah..Cus. 

Diposkan pada Deskripsi Banyak Hal, Tentang Ade - Sun & Keluarga Kita

9 Hari Dalam Drama di Korea

Namsan Tower
Namsan Tower Seoul 2018

Ah..hectic sendirian. Tiap mau mulai nulis, baru difikirin, sudah girang duluan. Iya! akhirnya cita-cita ke negeri ‘drama’ itu terkabul, ya Allah.. bersyukurnya. Traveling ke Korea Selatan, perjalanan mewujudkan mimpi mengunjungi tempat-tempat bagus yang sering saya liat di film-filmnya. Perjalanan 9 hari ketempat yang sebenarnya asing, tapi kayak familiar gitu di otak. 

Secara keseluruhan semua menyenangkan, pengalamannya cantik, walau selama perjalanan kami ada drama-drama nya, tapi siapa yang peduli, selama temanya liburan, pasti menyenangkan. Termasuk bisa libur dari aktifitas kerumah tanggan, masak, nyuci, nyetrika, ngelamun dan lain-lain, haha.

Rencana liburan ke Korea sebenarnya sudah kami fikirkan dari jauh-jauh hari, bahkan setahun yang lalu. Niat awalnya mau berangkat bulan Januari awal tahun ini, saat winter, yaa sekalian mewujudkan mimpi katrok saya, ‘ingin main salju’. Tapi karena ini dan itu, ada pertimbangan lain, akhirnya batal. Dan kemudian di geser ke bulan April, Spring Season, Musim Semi. 

Seoul City View
Seoul, Ibu Kota Korea Selatan. April 2018

Secara khususnya, persiapan kita mulai mungkin sekitar 2-3 bulan sebelumnya. Jauh banget ya!. Iya, karena pertama, kami akan pergi ke negara yang mayoritasnya non-muslim, yang artinya, harus tau tempat makanan halal (yes, salah satu checklist traveling adalah kuliner). Juga mesti tau lokasi wisata yang muslim friendly untuk dikunjungi. Kedua, karena kami pergi gak bareng jasa travel, jadi mesti dikit banyak tau cara traveling ini itunya (yang akhirnya, semua beban ini jatuh ke suami, hahaha). Ketiga, karena liburan ini bersama si bayi usia 3 tahun, jadi kadang saya suka parno sendiri mikir ‘kalau begini, gimana?’, jadi persiapannya mesti detail.

Persiapannya apa saja?. Diawali dengan niat, lalu atur rencana waktu berangkat & lama liburan. Kami memutuskan untuk traveling selama 10 hari, estimate 9 hari di Korea, karena mumpung sudah jauh begini, ya gak?. Selanjutnya ngurus visa, setelah 3x bolak balik ke kedutaan Korsel, akhirnya berkas diterima, dan seminggu kemudian released 🙂 . Visa released, lanjut mulai kumpulin list tempat favorit, cara bisa sampai kesana, budjet kesana, cari hotel bagus yang masih masuk budget, list tempat makan halal,  booked ini itu, pinned map offline buat acuan pas traveling nanti, siapkan bawaan, dari baju, makanan, peralatan bayi, dan sejenisnya. Ini persiapan kalau ditulis memang simpel, tapi ngurusnya, luar biasa, capek, pusing, ada drama berantem beda pendapat, ini itu, dan lain-lain. (Itulah mengapa ada jasa travel, yang bisa dibayar untuk merancang semuanya, jadi tinggal berangkat gak pakai pusing 😀 ). Tapi syukurlah semua persiapan  dihandle oppa Sun a.k.a pak suami (habis itu dia nyemil adol sendirian, pusing 😀 ).

Persiapan komplit, waktunya mulai liburan. Ah rasanya warna warni. Grogi, senang, deg-deg an, takut, bahagia, excited, hectic, Alhamdulillah. Syuting drama Korea kami awali dari Pulau Jeju, lokasi utamanya di Lotte Hotel, trip nya naik ke Seong-san Ilchulbong/ Seong-san Sunrise Peak, lalu lanjut ke populer shooting location Seopjikoji, Naksan-ro Spring Festival, Teddy Bear Museum, liat panen bunga canola di Sanbangsan, terakhir lanjut ke air terjun Cheonjiyeon. Kuliner? Alhamdulillah juga kesampaian (detail dibahas nanti insyaaAllah).

Tiga malam di Jeju-do, lokasi shooting pindah ke Seoul. Semalam ngerasain bobo cantik di  Hanok, rumah khas Korea di daerah Bukchon. Ikut Han river cruise malam-malam, kunjungan ke perumahan Hanok Village Bukchon yang unik. Alhamdulillah kesampaian berkunjung ke satu-satunya Masjid besar Seoul di daerah Itewon. Ke Gyeongbukgong / Gyeongbuk Palace sambil pakai Hanbok, baju tradisional Korea. Rail Bike di Gapyeong. Ke Nami Island, the must-list yang direkomendasikan para blogger. Masih sempat ke Spring Festival di Jinhae, via train to Busan :D. Ke Namsan tower dan Cherry Blossom Festival di Yuido Seoul. Dan ditutup oleh malam kuliner di Myeongdong sekalian belanja. Masya Allah..

Spring Korea 2018
Sakura lagi mekar, cantik banget, MasyaaAllah. Di Yuido Seoul Spring Flower Festival 2018

Agendanya memang banyak, tenaga mulai habis, dan Qodarullah si kecil sempat demam. Ada checklist yang harus dibatalkan. Udara yang ekstrim dinginnya, padahal sudah masuk musim semi. Duit mulai cekat-cekit. Tapi semua masih menarik. Semoga senangnya ini gak berlebihan, tapi kami benar-benar bersyukur atas waktu & kesempatan yang dikasih.

Korea memang cantik. Walau untuk beberapa daerah kesannya masih biasa, tapi secara umumnya tetap cantik, dan bagus banget. Transportasinya juga maju banget. Masyarakatnya kindly, hampir semua orang yang kami temui ramah & pada baik. Alhamdulillah.

Untuk detail lokasi wisata, tempat kuliner, dan lainnya, menyusul yaa, di postingan lain InsyaaAllah. Anyeong yorobun.