Korea, More Than Drama, Episode 1

5 April 2018, siang itu di Seoul kami disambut dengan hujan. Masih hectic sendiri, tapi mulai kedinginan. Padahal sudah masuk musim semi, tapi berasa lagi musim dingin aja gitu. Menurut perkiraan cuaca, temperatur memang bisa turun kalau hujan. Tapi saat itu, turunnya drastis, dingin banget.

From Jeju to Seoul
From Jeju to Seoul by Jeju-air. Dari Jeju cuacanya memang sudah mendung.

6 hari di Seoul Korea, dipotong perjalanan dan kita juga ke daerah lain diluar Seoul. Memang gak semua isi bucket list yang tercapai, karena cuacanya yang super dingin, ditambah memang butuh effort lebih traveling dengan bayi 3 tahun. Kemana aja?. Ini bucket list destinasi wisata Korea yang bisa kami kunjungi, mungkin bisa jadi referensi juga untuk yang mau wisata ke Korea Selatan.

 

1. Gyeongbok Palace atau Gyeongbokgoong atau Gyeongbokgung

Kalau pernah nonton drama/film Korea, pasti pernah lihat beberapa istana yang kadang dipakai selama shooting. Ini salah satunya, royal palace Gyeongbok, yang pernah dipakai oleh raja-raja dimasa dinasti Joseon. Perkiraan usia istananya sekitar 623 tahun.

Goong 1
Gyeongbokgoong

 

 

Goong 2
Bagian samping istana utama.

 

Menurutku, palace ini jadi lokasi favorit para agen travel untuk turis-turisnya. Kayaknya hampir semua agen tour Korea memasukan list ini ke agendanya. Iya, sebelum berangkat touring, saya juga sempet survey harga dan list tempat ke beberapa agen tour.

gyeongbokgoong2
Inside Palace, Cantik
gyeongbokgoong3
Kursi Raja

Akses tiket masuknya cukup murah, seharga 3000 won atau sekitar Rp. 40.000,-. Sayangnya karena kami kesorean tiba disana ditambah palace ini juga sangat luas dan besar, jadi gak semua sisi bisa kami jelajahi. Padahal masih banyak spot cantik yang kami lihat online.

gyeongbokgoong4

Disekitar palace juga banyak penyewaan baju khas Korea, biasa disebut dengan Hanbok. Harganya beragam, dari yang 3.000-15.000 won per hari (Rp.40.000 – Rp. 200.000), tergantung dari kualitas Hanboknya.

gyeongbokgoong5
Me, wearing Hanbok
gyeongbokgoong6
Pintu Utama Masuk Gyeongbok Palace

 

2. Menyelusuri Perumahaan Tradisional Korea di Bukcheon

 

Hanok Bukchon 1
Salah satu Hanok di daerah Bukchon, yang pernah dipakai untuk filming drama Personal Taste

Selain ingin cobain Hanbok atau baju tradisional Korea, cek list selanjutkan, kami memang pingin coba tinggal di rumah tradisional Korea, atau disebut Hanok. Apa yang istimewa dari Hanok?. Baik saat dilihat, apalagi masuk kedalam, rasanya homey banget. Mungkin karena ornamen kayu-nya, yang membuat kerasanya lebih nyaman.

Hanok Bukchon 2
Bukchon Hanok Village Seoul
Hanok Bukchon 3
Bukchon Hanok Village. Disisi ini memang terlihat lebih sepi, tapi aslinya banyak banget turis disekitar Bukchon ini 🙂

Yang lebih surprise lagi buat kami, ternyata saat masuk, lantai dan dalam rumah mereka itu benar-benar hangat. Jadi memang Hanok dibuat lebih tinggi, dan ada semacam kolong yang di kolong itu akan diisi penghangat, entah itu elektrik atau penghangat tradisional  dengan batu bara. Jadi hampir semua lantai-lantainya terasa hangat. Super nyaman.

Hanok Bukchon 4
Ini Hanok tempat kami menginap di daerah Bukchon, Seoul. Tempatnya super rekomended
Hanok Bukchon 5
Kamar dalam Hanok, yang lantainya super hangat dan nyaman.

Biaya stay di Hanok memang beragam. Yang kami ambil saat itu berbayar sekitar 800 aed semalam (karena booked via online, jadi bayarnya pakai dirham). Ini sekitar 2,8 juta rupiah. Memang lumayan mahal sik, kami memang harus nabung banyak untuk itu ^^’. Sekali ini lah ya.. Harga semalamnya itu include sarapan untuk 3 orang yang tentu Muslim friendly. Ditambah kamar tidur yang include kamar mandi dalam, serta pemakaian Hanbok atau pakaian tradisional Korea selama 1 hari.

Hanok Bukchon 6
Foto keluarga di Hanok, Bukchon Seoul 🙂

 

3. Menikmati Malam di Sungai Han, Seoul

eland 2
Sedikit pemandangan Han River dari kapal yang kami tumpangi.

Ini seharusnya jadi cerita yang romantis, menyusuri Han River dengan kapal ferry dimalam hari. Jalan kebawah jembatan-jembatan di Seoul. Tapi malam itu cuacanya dingiiiin banget, jadi agak kurang konsen, haha. Juga karena tiket sudah dibeli, jadi kami masih nekat merealisasikan rencananya walau gerimis.

eland 1
Eland Cruise Port, yang berada tepat disamping sungai Han. Tempatnya cantik.

Han river, atau sungai Han memang sungai yang paling populer di Korea. Tourismnya menawarkan wisata sungai Han dengan kapal ferry. Saat itu kami membeli tiket perjalanannya via Eland online, seharga 22.500 won untuk dewasa atau sekitar Rp.300.000, dan 15.700 won atau Rp. 200.000, untuk anak-anak. Dengan harga itu, pengunjung akan dibawa menyusuri sungai Han dan kebawah jembatan-jembatan Seoul dengan kapal ferry. Pengunjung boleh stay di deck bawah, sebuah ruangan masih dengan view sungai Han dan kota Seoul dimalam hari , dengan sajian live music plus minuman ringan, atau ke deck outdoor di bagian atas kapal.

eland 3
Live music, accoustic mini band yang disajikan untuk turis didalam kapal.
eland 5
Sedikit view port & kota Seoul dari kapal. Fotonya ngeblur dan kurang berkualitas 😀 

Cuaca dingin, ditambah hujan gerimis. Gak banyak gambar yang bisa kami ambil. Tapi moment dan memorinya amat menyenangkan kok. Malam itu, waktu gerimis-gerimis, cari taxi untuk balik ke hotel, kami liat sakura mekar cantik banget. MasyaaAllah.

eland 4
Sakura mekar tepat disamping dan sepanjang sungai Han, Seoul Korea, malam itu.

 

 

 

 

 

Itinerary Singkat Wisata Pulau Jeju Korea

Jeju Island 2018
Pulau Jeju Korea Selatan

Hari pertama : Sore hari, berangkat ke Korea dengan Cathay Pacific. Karena tiket murah saat itu adanya via Cathay Pacific ini. Transit ke Hongkong.

Hari kedua : Pagi berangkat dari Hongkong ke Korea masih dengan Cathay Pacific. Sampai di Incheon Int’l Airport siang hari. Cek passport, stamp visa. Lalu beli segala keperluan, di bandara. Kartu telfon, kartu transportasi T-Money, tukar uang di exchange bandara. Selesai itu, masih lanjut lagi ke Gimpo Int’l Airport, pakai airport rail road express, yang bayarnya pakai T-Money Card yang dibeli tadi. Sampai bandara Gimpo, tanya-tanya counter Jeju Air, check-in, dan lanjut terbang lagi ke pulau Jeju pakai Jeju-Air. Kenapa berangkatnya gak langsung dari Incheon airport saja?. Karena waktu penerbangan dan harga yang hemat, gak ada yang dari bandara Incheon saat itu.

Masih di hari kedua, sampai di Jeju, setelah selesai urus barang-barang, langsung ke tempat makan halal di daerah Jeju city, Cheonhaecheon Shabu-shabu restaurant  dengan taxi. Selesai makan, lanjut ke hotel, masih dengan taxi. Kami memilih hotel di daerah Seogwipo, bukan di Jeju kotanya, karena hampir semua bucket list wisata kami ada di daerah Seogwipo (di pulau Jeju ada 2 daerah, Jeju kota & Seogwipo).

Hari ketiga : Pagi sarapan di kamar hotel, karena hotel yang kami tempati gak menyediakan makanan halal, kecuali spesial request & harganya mahal. Masak nasi sendiri. Yes, kami bawa rice cooker. Lauknya mie instant yang juga bawa sendiri. Setelah itu, mulai penjelajahannya, pertama jelajahi Seongsan Ilchulbong daerah Seogwipo, lalu makan di Seopji Haenyeouijip  restaurant karena jaraknya yang dekat, sekalian bungkus lauk untuk makan malam. Kemudian lanjut ke Seopjikoji. Dalam perjalanan pulang, mampir ke Naksan-ro liat Sakura & Canola Flower Festival. Semua dengan taxi, karena mobil sewaan kami harus dicancel. Malamnya makan di kamar hotel dengan menu yang sama, ditambah beli telur masak di supermarket dekat hotel, dan lauk yang kami beli di restaurant halal siang tadi. Lalu istirahat.

Hari keempat : Makan pagi masih sama, nasi, mie instant, telur rebus. Ke Teddy Bear Museum, jalan kaki karena jaraknya hanya sekitar 500 meter dari hotel kami. Setelah itu lanjut liat kebun bunga Canola di Sanbangsan dengan taxi. Lalu makan siang ke tempat makan halal di Yeonsong Galchiyori. Lagi, sekalian bungkus lauk untuk makan malam. Setelah itu lanjut ke Cheonjiyeon Waterfall yang jaraknya dekat dari tempat makan. Setelah itu balik lagi ke hotel. Sore hari kami wisata hotel, main-main di pantai hotel, berenang, dan jalan-jalan keliling hotel dan sekitarnya saja. Malamnya makan seperti biasa, nasi, lauk yang dibeli tadi siang, ditambah telur rebus. Lalu istirahat.

Hari kelima : Beres-beres koper, karena siangnya kami akan balik ke Seoul. Sarapan di kamar hotel. Dan berangkat ke Jeju airport dengan bus hotel. 

Tempat makan yang kami kunjungi, baca ini ya . Juga rekomendasi tempat-tempat wisata pulau Jeju Korea. 

Rekomendasi 3 Tempat Makan -Muslim Friendly- di Pulau Jeju, Korea

Selama 3 hari di Jeju, kami juga berhasil memenuhi check list kuliner ke 3 tempat. Memang gak mudah menemukan tempat makanan halal di Jeju, bahkan untuk cemilan-pun, turist muslim juga mesti ekstra perhatian. Setelah belajar & mencari dengan sungguh-sungguh, akhirnya best tour guide kita menemukan beberapa list tempat makan muslim friendly yang ada di pulau Jeju.

(Ya, saya juga tau, kalau dalam postingan ini mengandung tulisan-tulisan yang cukup sulit dibaca, haha).

1. Cheonhaecheon, Shabu-Shabu Restaurant.

Shabu resto
Shabu-Shabu Restoran, Jeju.

Alamat: 25 Halladaehang-ro, Nahyeong-dong, Cheju, Jeju-do. Restorannya cukup besar, dan menawarkan 2 menu, ‘buffet all you can eat’ & ala carte menu.

Shabu res 3
All you can eat buffet.
Shabu res 4
Sudah lapar banget, jadi gak sempat foto beforenya.
Shabu res 2
Interior tempat makannya, menarik.

Karena malam itu kami kelaparan seharian, jadi menu yang dipilih pastinya adalah ‘buffet, all you can eat’. Total tagihan kami bertiga 78.000 won, atau sekitar 1 juta rupiah. Iya, ini mahal banget secara nominal. Tapi rasanya badan yang masih jetlag, capek, campur hectic, terbayar sama makanan yang benar-benar memuaskan waktu itu. Pilihan seafoodnya banyak banget, juga segar, ditambah boleh ambil daging sesukanya. Semuanya sesukanya. Jadi dengan budjet segitu, it was worth!. Itung-itung seumur kali jalan ini. ^^’

Shabu res 1
Gratis 2 pin kulkas bergambar Jeju Island , setelah makan disini.

2. Seopji Haenyeouijip.

Seopji 1
Lokasinya dekat dengan Seongsan Ilchulbong

Alamat: 95-15 Seopjikoji-ro, Seongsan-eup, Seogwipo-si, Jeju-do. Ini yang paling susah dibaca. Restoran ini terkenal dengan masakan abalonenya, termasuk bubur abalone. Tempatnya juga bagus sekali, di tepi pantai. Sun makan bubur abalone, saya bubur crab, dan kami juga pesan gurita berbumbu (entah namanya apa, tapi enak banget) untuk dibawa pulang. Total tagihan billnya mungkin sekitar 24-30.000 won. Ini juga super rekomen.

Seopji 2
Tempat makannya dijaga sama halmeoni, nenek-nenek ^^ Orangnya ramah, baik.
Seopji menu
Cuma bubur dan side dish, tapi ini menunya ngangenin banget.
Seopji 7
Pemandangan dari belakang rumah makannya. Seongsan Ilchulbong dari jauh.

3. Yeongsong Galchiyori.

Yeonsong
Restoran yang spesial jual menu Galchi/ Ikan.

Alamat: 145 Chilsimni-ro, Seogwipo-si, Jeju-do. Restoran ini terkenal dengan masakan ikannya, Galchi. Galchi adalah ikan khas yang populer di pulau Jeju. Yang disajikan dengan di bakar, atau di panggang. Sun pesan Galchi ini, saya dan Alif makan seafood soup, ditambah seporsi Galchi lagi untuk dibawa pulang. Total yang harus dibayar sekitar 30an ribu won. Ditulis ‘sekitar’ karena gak yakin, a.k.a lupa 😀

Yeonsong Bachan
Ini side-dish menu Korea, sebutannya Banchan. Macamnya banyak, yang paling kami suka itu teri dan kimchinya. Dan side dish ini gratis.
Yeonsong Menu
Lagi, sudah terlanjur dimakan, baru di foto. Tanda sudah lapar. Galchi, Seafood soup & Banchan.

Tentang harga makanan di Korea Selatan, memang tidak bisa disamakan dengan harga makanan-makanan di Indonesia. Biaya makan, termasuk biaya hidup dan transportasi di Korea termasuk tinggi. Mungkin karena daya hidup masyarakatnya sudah tinggi, negaranya pun sudah cukup maju. Segala sesuatu jika dikonversikan ke rupiah, bisa sampai 3x lipat. Hal ini juga mirip dengan biaya hidup di UAE, Dubai & Abudhabi.

Hanya saja, saat di pulau Jeju, harga makanan dan lainnya memang sedikit lebih murah dari harga di Seoul. Tapi selisihnya juga gak begitu jauh kok.

Segala puji dan syukur hanya kepada Allah.