Diposkan pada Deskripsi Banyak Hal, Tentang Ade - Sun & Keluarga Kita

Blighted Ovum, Janin Tidak Berkembang


Blighted Ovum
Hasil USG Janin Tidak Berkembang. Blighted Ovum Ultra Sound

Ini cerita tentang kehamilan ketiga. Qodarullah saat itu keguguran, karena janinnya tidak berkembang, atau bahasa kedokterannya disebut dengan ‘Blighted Ovum’. Dari beberapa penjelasan dokter kandungan, ini adalah semacam kehamilan dimana janin yang ada tidak berkembang. Penyebabnya hanya karena adanya kelainan kromosom, genetik, atau kondisi sel telur atau sperma yang kurang baik. Bahkan beberapa referensi mengatakan ini sebenarnya bukan termasuk jenis kehamilan, hanya seolah-olah terjadi kehamilan, dengan ciri-ciri yang sama, tapi pertumbuhannya yang berbeda karena kelainan kromosom tadi.

Kehamilan ini bisa dideteksi dari awal trimester. Si ibu akan mengalami hal yang sama seperti sedang hamil normal, terlambat haid, tes pek positif, mual. Trus bagaimana untuk mencegahnya?. Tidak ada cara pastinya. Ini memang benar-benar murni takdir-Nya.

Waktu itu.. (mulai ceritanya 😀 ), sudah tanggal 5 April 2017, tapi saya belum juga haid, padahal HPHT (hari pertama haid terakhir)nya tanggal 28 Februari 2017. It means saya sudah telat sekitar 1 minggu lebih dari jadwal rutin, karena biasanya waktu haid selalu maju 2-5 hari. Hari itu saya tespek, dan sesuai firasat, Alhamdulillah ternyata memang positif. Bersyukurnya saya & suami :,) Kami belum memutuskan untuk ke dokter kandungan. Kenapa? Karena sesuai pengalaman sebelumnya, diusia kehamilan muda begini, dokter belum bisa memastikan juga, biasanya saya hanya akan dites darah, dan kami disuruh nunggu 2-4 minggu lagi untuk cek kembali. Jadi sambil menunggu sebulan lagi, kami hanya memastikan sendiri dirumah, tespek berulang kali (lebih 7x tespek selama sebulan itu, hahaha) dan hasilnya positif. Sambil menjaga aktifitas, minum suplemen kehamilan & menjaga pola hidup.

Berjalan waktu, radang dihidung ini kambuh lagi, dan agak parah, setiap malam hidung tersumbat, rasanya was-was, susah nafas. Lalulah tanggal 25 April 2017 saya meminta suami untuk nganter ke dokter umum di klinik. Si dokter memberikan antibiotik untuk hidung berbentuk spray (Otrivin), obat minum antibiotik (Cefimix), dan paracetamol. Tentu saat berkonsultasi, kami sudah memberi tau dokternya kalau saya sedang hamil. Walau asumsi semua obat yang diberi dokter saat itu adalah aman, tapi untuk menjaga kehamilan, saya hanya memakai obat spray nya saja, dan sempat meminum antibiotiknya 2x, setelah itu karena ragu tidak dilanjutkan jadinya.

Sampailah pada waktu flek pertama, 6 May 2017, berarti usia kehamilan sudah sekitar 2 bulan atau 8-9 minggu, hanya sedikit flek, sedikit banget. Sama sekali gak ada fikiran apa-apa, karena beberapa kehamilan memang wajar seperti ini, walau dikit cemas, karena pengalaman kehamilan pertama dulu yang juga keguguran. Saat itu kami langsung ke dokter kandungan. Alhamdulillah, serasa dapat kabar paling bahagia sekaligus menakutkan, saat di usg si dokter melihat seperti ada 2 kantung kehamilan, yang artinya kembar. Tapi, untuk usia kehamilan sekitar 8-9 minggu, seharusnya detak jantungnya sudah bisa terdengar, tapi ini tidak. Dokternya belum memastikan semua informasi tersebut valid. Karena ukuran janin masih terlalu kecil, dan melihat pengalam keguguran sebelumnya, dokter menyuruh untuk kembali seminggu lagi, sambil meresepkan obat penguat kandungan. Dokter kandungannya juga menginfokan, kalau ternyata obat radang hidung yang diberi dokter umum lalu, sebenarnya tidak boleh untuk ibu hamil. Dia infokan itu setelah kami menjelaskan riwayat obat-obat yang sudah saya konsumsi.

Besok harinya, flek yang sedikit ini ada lagi. Karena harap-harap cemas, kami memutuskan untuk cek second opinion ke dokter kandungan yang lain ditanggal 8 May nya. Berkebalikan, saat cek ke klinik yang lain ini, hasil usg si dede janin beda lagi. Dokter menjelaskan kalau janinnya ini bukan kembar, tapi bermasalah, gak berkembang. Duh.. rasanya itu. Habis terbang ke kayangan karena memang pingin punya anak kembar, tiba-tiba jatuh kebumi 🙂

Walau begitu, dokter di klinik kedua ini masih menyemangati, untuk tetap positif. Selama janin belum keluar, semua bisa aja terjadi. Ah.. tapi setelah liat usg, yang memang si janin tidak berdetak diusia kehamilan segini, saya juga jadi pesimis. Walau mau tetap optimis. Semingguan ini perasaan campur aduk. Pesimis, optimis, bersyukur, sedih, sensitif, dan lain-lain.

Seminggu kemudian, 15 May 2017, usia kandungan seharusnya 10 minggu 6 hari, kami cek ke klinik kedua itu lagi. Hasil akhirnya sama, positif Blighted Ovum, janin tidak berkembang. Rasanya mau nangis didepan dokter, tapi malu. Alhamdulillah dokter kandungannya baik sekali. Kasih penguatan, saran-saran, yang amat baik. Dia bilang, ‘Allah tau yang terbaik untuk kita makhlukNya. InsyaaAllah nanti ada waktunya bisa hamil kembali. Harus ikhlaskan’. Namanya dokter Nevin, dokter kandungan di klinik Seha Bedazayed Abudhabi. Semoga Allah memberkahi umur beliau.

Karena usia janin belum 3 bulan, jadi dokter gak menyarankan untuk kuret. ‘InsyaaAllah akan keluar secara alamiah, begitulah Allah ciptakan tubuh kita, masyaaAllah, nanti akan keluar sendiri secara alamiah karena janinnya sudah tidak hidup’. Begitu kata dokter kandungannya. Dan bener, 16 May 2017, besok harinya, tiba-tiba flek berubah jadi semacam haid rutin, dan janinnya memang keluar sendiri, masyaaAllah. Janin yang sudah tumbuh, kurang lebih sebesar mouse komputer :). Proses keluarnya seperti haid, dan rasanya nyeri luar biasa, seperti kontraksi mau melahirkan, hehe.

Cerita ini bukan hanya cerita tentang saya, hamil, dokter kandungan. Tapi ada cerita bersama suami, yang kami sama-sama bahagia waktu tau hamil, waktu dapat kabar janinnya kembar, dan waktu kami sama-sama sedih tau ini, Qodarullah 🙂 Ada cerita Alif juga, yang harus bersabar karena semasa hamil, uminya jadi gak bisa aktif gendong-gendongin dia, ajak main dia, dan akhirnya si Alif gak jadi calon kakak.

Dari pengalaman ini, memang tidak ada cara pasti untuk mencegah janin yang tidak berkembang semacam ini. Tapi sebagai ikhtiar, baiknya pasangan memastikan dalam kondisi sehat, fit. Pastikan juga produk-produk yang dikonsumsi sehari-hari aman, dan lebih bagus lagi  kalau sehat. Entah itu makanan, minuman, kosmetik, skincare, dan lainnya.

Alhamdulillah atas semua hal.

Iklan

Penulis:

Bismillah, salam :)

4 tanggapan untuk “Blighted Ovum, Janin Tidak Berkembang

Share your comment here.. and thank you : )

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s