RSS Feed

Hadirnya Dia, yang Kedua

sepatu-kedua

Hari ini dia pulang kerumah, setelah sebulan lebih kepergiannya mencari nafkah di tempat yang amat jauh. Hubungan kami memang mungkin tidak seromantis seperti masa-masa awal menikah lalu, tapi yang dia sampaikan saat ini sungguh menyadarkanku tentang kondisi pernikahan kami yang sebenarnya saat ini. “…aku sudah menikah lagi”. Dari sekian penjelasannya yang tenang, aku hanya mengingat kata-kata itu, juga anak-anakku.

***

Kata-kata tersebut hanya sebuah ilustrasi, salah satu kisah seorang istri. Yang harus menghadapi sebuah realita -poligami-, dan kemudian dihadapkan pertanyaan akhir, ‘haruskah bertahan, atau bercerai’. Ada pula rentetan pertanyaan yang ingin aku tanyakan, sekedar ingin tau tentang suasana rumah tangga di 15 tahun usia pernikahan mereka. ‘Kenapa?.. Salah siapa?.. Harus bagaimana?..’, dan lainnya.

Berpoligami? Tentu diperbolahkan. Lakukanlah dengan adil, dengan niat yang benar. Apa yang paling penting, yang mendasari mereka mengambil jalan ini, selain untuk mendapatkan sebuah ‘ridha’ Tuhannya, Allah, Yang Maha Bijaksana, tentu tidak ada yang lebih penting selain hal ini.

***

Dan jika niatnya memang sudah benar, untuk itu, sebelum kau memutuskannya, maka jadikanlah rumah tangga kita sebagai jembatan kesyurgaNya terlebih dahulu. Didiklah dan imam-i aku, menjadi sosok pribadi yang taat dan kuat terlebih dahulu. Untuk itu, jadilah pemimpin rumah tangga yang taat, kuat, tangguh terlebih dahulu, agar aku yakin, bahwa kau bisa kuat pula menjalankan amanah atasku dan wanita kedua itu. Agar aku yakin, kau bisa adil.

Jika niat dan caramu sudah dijalan Nya, maka sebelum itu, didiklah anak-anakmu dengan keimanan yang tangguh, agar mereka tidak tersalah menafsirkan sikapmu. Tanamkanlah kepahaman kepada mereka, tentang syariat Nya yang amat indah, agar dengan jalan baru itu, kami semua masih bisa hidup dengan bahagia karena pemahaman yang kuat.

Untuk engkau yang mengambil jalan itu, wahai imam rumah tangga, jujurlah pada niatmu, dan tunjukan sikap taatmu. Jika yang kau cari adalah ridho dan syurga Nya, maka yakinkanlah dirimu dahulu akan kebesaran imanmu, kekuatanmu, usahamu, akan bisa menjalaninya dengan adil, seperti yang syariat ajarkan.

Aku kuatkan diri, untuk mengatakan ini, diluar dari rasa sedihku, menyikapi perubahan perasaan dan sikapmu. Diluar dari rasa sakitku mengingat kenangan-kenangan romantis dan bahagia kita dimasa awal pernikahan dulu. Jadilah orang yang mengambil jalan ini, dengan keimanan.

***

Catatan ini mungkin memang tidak melihat dari semua sisinya. Ini hanya membagi salah satu suara hati istri yang menjadi objek pertama. Bagaimanapun, kami yakin kalau Dia- selalu menciptakan aturan-aturan hidup yang sangat proporsional, seimbang, terbaik, dan detail. Wallahua’lam bishowab.

Sebelum Gelap Tiba

senja

Terang sebelum gelap, gelap sebelum terang. Tiap jam berlalu, hidup berlalu. Hingga waktunya masing-masing tiba. |November 2016|

Camping Musim Dingin

winter-camp

Winter Camping at Green Mubazarah Al Ain

Oktober 2016. Sebentar lagi akan masuk ke musim dingin tahun ketiga sejak kepindahan kami kesini. Dibanding musim panas, lebih banyak hal menarik yang ada dimusim dingin. Salah satunya camping🙂 Winter camping adalah salah satu even yang menarik untuk banyak orang, agenda wisata yang murah, untuk seluruh warga negara, untuk berbagai usia, moment silaturahim, family gathering, sarana refreshing yang bisa punya banyak hikmah.

tents-of-happiness

Tenda-Tenda Kebahagiaan >,>

Jika kamu berfikir kalau camping adalah aktifitas serba simple, dimana makan cukup dengan mie instan yang seadanya, tidur dengan alas biasa, berarti kita sama, saya juga berfikiran seperti itu. Tapi sepertinya tidak disini. Pertama kali camping, saya cukup wow melihat tenda-tenda sebelah yang bawaannya cukup komplit, alas tidur tebal lengkap dengan selimutnya, lengkap dengan makanan enaknya, bahkan ada bakso kuahnya. Bahkan lagi, kebanyakan malah seperti pindah tempat tidur, camping dengan spring bed angin plus sofanya.

camping-spot

Camping Area, selalu baru, indah, menyenangkan. Dari Green Mubazarah Al Ain, ke Liwa Moreb, hingga Khorfakan Beach Fujairah.

Banyak tempat yang disediakan pemerintah, ataupun tempat-tempat umum lainnya yang jadi spot menarik untuk melakukan camping, bisa di pantai, di area kaki pegunungan, maupun di gurun pasir. Bahkan untuk waktu tertentu, ada even spesial yang khusus dibuat untuk winter camping ini.

first-time-camping

First time camping, 13 February 2015. Hanya 2 keluarga, kami dan mbak Ecy beserta suami dan anaknya. Keluarga mereka yang mengenalkan camping pada kami pertama kalinya. Dengan perlengkapan seadanya, tenda, tikar, kursi yang baru dibeli diperjalanan sebelum sampai dilokasi, yakni Green Mubazarah Al Ain.

Green Mubazarah, Jabal Hafeed Al Ain. Sekitar 280an km dari rumah. Area camping ini sangat populer untuk warga UAE. Areanya terletak di kaki gunung Hafeed atau disebut juga Jabal Hafeed, gunung yang jalan akses kepuncaknya sangat amazing menurutku, yang kalau sedang winter, udaranya sangat dingin. Seperti namanya, Green Mubazarah punya area yang cukup hijau, indah, cukup adem dan teduh untuk ukuran negri padang pasir. Tempat ini jadi tempat pertama kami camping, bersama mba Ecy sekeluarga🙂 Karena ini adalah area khusus camping, maka pemerintah memfasilitasinya dengan toilet umum serta musholah^^b, dan tempat bermain anak-anak. Diarea ini juga terdapat sumber mata air panas yang dijadikan sebagai lokasi rekreasi, dimana lokasi pemandian untuk perempuan dan laki-lakinya terpisah cukup jauh. Kami pribadi sudah 2 kali bisa camping disini dengan 2 pengalaman yang berbeda-beda. Punya kesannya masing-masing.

Green Mubazarah .jpg

Green Mubazarah. Kaki gunung Hafeed/ Jabal Hafeed Al Ain. Pemandangan favorit kalau berkunjung ke sini. Sebenarnya foto ini bukan spot camping. Ini adalah lokasi dekat masjid dan sumber mata air panasnya, mungkin sekitar 2 km dari camping spot.

aktifitas-camping-al-ain

November 19, 2015. Aktifitas camping di Green Mubazarah saat itu, selain sate barbecue-an, makan, silaturahim, juga ada family gathering lomba-lomba kecil untuk para bapak dan anak-anak. And.. can you see empek-empek at the picture?

Khorfakan, Fujairah. Fujairah adalah salah satu wilayah bagian dari 7 wilayah UAE. Lokasinya diujung UAE, sekitar 470an km lebih dari rumah. Sejauh ini, ini adalah lokasi camping kami yang terjauh. Memakan waktu lebih dari 7 jam-an dengan beberapa kali stop. Area camping yang kami ambil saat itu sebenarnya bukan spot khusus camping, jadi untuk fasilitas toilet dan lain-lainnya dipastikan tidak tersedia. Yang artinya, untuk buang air kecil harus menggunakan tenda toilet khusus, dimana dibagian alasnya bolong, jadi saat buang air ya..langsung ke tanah. Ribet, but it was fun. Fujairah memiliki banyak pegunungan dan bukit-bukit batu. Tempatnya sangat bagus dan nuansanya alami sekali. Lokasi yang dipilih kali itu adalah dipantai, bersampingan dengan gunung dan bukit-bukit. Menyenangkan. Kekeluargaan dengan teman-teman sesama campinger sangat kental. Dari semua pengalaman, inilah moment camping yang paling saya sukai. Full happiness, sharing, makanan, dari pempek, sate barbeque, prasmanan, kue-kue, komplit menyenangkan. Ditambah lagi sensasi merasakan perjalanan jauh dari rumah secara berjamaah. Ah..excited.

khorfakan-spot-camping

February 20, 2015. The way to Fujairah and Camping Spot. Disamping bukit, ditepi pantai Khorfakkan.

kegiatan-camping-di-khorfakan

Some activities at Khorfakan. Karena lokasinya yang cukup jauh, jadi sampainya sedikit kesorean. Pasang tenda, beres-beres, sudah malam saja. That was my excited one, karena saat itu sudah 7 bulan hamil Alif, dan kami masih keliling-keliling keujung UAE🙂 Alhamdulillah

 

view-liwa-moreb-dune

Foto atas, view dari atas puncak gunung Liwa, taken by Pakde Usman, ketua Kelurahan Indonesian Community di Beda Zayed🙂. Kalau dilihat lagi, semacam camp penampungan pengungsi ya.. Bawahnya adalah foto bukit Liwa, yang juga dijadikan area race nge-Dune, yang mana mobil atau motor peserta harus naik ke bukit-bukit tinggi itu.

Liwa Moreb Dune Festival, Western Region. Ini spot terdekat selama camping, hanya sekitar 90 km dari rumah. Liwa Moreb adalah lokasi khusus yang di set pemerintah setiap tahunnya untuk winter festival, dune even dan camping, dimana setiap tahunnya hanya dibuka beberapa pekan saja. Lokasinya ditengah-tengah gurun gunung pasir. Setiap tahun diadakan banyak race di area ini. Mulai dari motor race, camel race dan race untuk mobil-mobil besar khusus padang pasir. Berbeda dengan lokasi camping lain, diarea ini, panitia telah menyediakan tenda khusus untuk camping, beserta listriknya, toiletnya bagus, banyak arena bermain anak-anak, banyak tempat makan pula. Bahkan untuk karyawan yang bekerja di instansi pemerintah, disediakan tenda camping khusus keluarga yang sudah lengkap dengan tempat tidur dan makanannya. Walau lokasinya di gurun, tapi suhunya jauh lebih dingin. Beruntung ada listriknya didalam tenda, jadi setiap keluarga sudah siap dengan heaternya masing-masing. Banyak moment menyenangkan saat itu, ditambah lagi sambil camping kami juga bisa menyaksikan lomba race mobil-mobil, plus hiburan fire worknya dimalam penutupan.

camp-liwa-spot

Some view of Liwa Moreb Dune Area, 7-9 January 2016. Even ini biasanya diadakan 1-2 minggu setiap tahunnya. Mulai dari akhir Desember, hingga awal Januari.

liwa-camping-act

Ini kali kedua Alif ikut camping🙂 Sejak hamil sudah ikut camping, jadi terbiasa ya nak (^^). Ada family gathering, lomba-lomba keluarga, seru!. Saat pagi, area disini terasa dingin sangat dan banyak embunnya.

liwa-moreb-dune-act

Kanan atas, rombongan para suami yang coba nge-dune ke puncak Liwa. Lainnya adalah nuansa malam hari acara camping kami. Selalu ada pengalaman baru. Dengan variasi makanan Indonesia yang lezat-lezat😀

Camping selalu memberi kesannya sendiri, pengalamannya tersendiri, juga kelelahannya yang spesial. Selalu ada kebersamaan saat camping musim dingin. Selalu ada anak-anak yang senang, ibu bapak yang kenyang. Selalu ada makanan spesial indonesia yang disharing masing-masing yang hadir. Selalu ada sate dan nuansa bakar-bakarnya. Ya, Camping memang jadi salah satu ajang silaturahim dan rekreasi keluarga Indonesia disini, yang harus merantau jauh dari rumah di Indonesia, karena takdir untuk mencari nafkah. Feel refresh.

member

Photo session of camping family member. Kanan atas, kami dan mba Ecy sekeluarga di tugu puncak Jabal Hafeed. Kiri atas di Khorfakan Fujairah. Kanan bawah di Green Mubazarah Al Ain. Kiri bawah di Liwa Moreb Dune parking (mom and kids only). Wish all of you keep healthy and stay happy🙂 Ammin.

Namanya Alif Hamasy Alfath

Alif Dari Usia 2 Hari - 18 Bulan

Day by Day of Alif Hamasy Alfath

Kelahirannya tidak mudah. Sama dengan kelahiran bayi-bayi yang lain, -mungkin-. Wednesday,  April 8th 2015, atau tanggal 19 Jumadil Akhir 1436 dalam kalender Hujriyah, Alif lahir dengan berat 2.7 kg dan tinggi 48 cm di rumah sakit Garbia, Beda Zayed Abudhabi. Beratnya cukup kecil?..sepertinya. Rasanya tidak sebanding dengan kenaikan BBku yang sekitar 20 kg :’) Yes i know, its over weight. Bagaimana bisa aku naik sebanyak itu, tapi si baby yang keluar cukup kecil. But Alhamdulillah..kata orang sih lebih baik lahir kecil, agar sakitnya gak terlalu, walaupun ternyata sakitnya melahirkan tetap saja sebegitunya, Masyaallah. Haha..sama saja, yang paling kami syukuri adalah bayi ini lahir dengan sehat  dan lucu🙂, Segala Puji Hanya Bagi Allah.

Alif Hamasy Alfath, tidak cukup waktu 9 bulan sejak awal hamil, untuk menyiapkan nama pilihan untuknya saat lahir kelak. Sibayi ini, baru resmi mendapatkan namanya di hari ke-3 kelahirannya di bumi, saat itu hari Jumat, sebelum solat Jumat, setelah diskusi panjang lebar kuadrat (karena si Umi yang sering galau), akhirnya setelah berfikir lagi dan lagi, dengan banyak optional nama, kami memilih nama itu untuknya.

Fresh from Oven

New Born Hero

Sebagaimana orang tua, dalam nama itupun ada selipan harapan dan cita-cita untuknya. ALIF HAMASY ALFATH, Alif is for Allah, adalah huruf pertama dalam huruf hijaiyah, yang kami juga suka mendengarnya. Dan entah dari mana asalnya, saat googling-googling, nama Alif mempunyai arti yakni seorang teman akrab yang ramah. Dengan harapan dia bisa menjadi teman akrab kami kelak, ramah pada sekitar. Lalu Hamasy, artinya bersemangat, bersunggung-sungguh dalam berjuang, tekad yang kuat. Dan Alfath adalah rangkaian terakhir dari namanya yang juga ingin kami selipkan disetiap nama anak-anak kami kelak. Dengan harapan nama akhir ini bisa menjadi sejarah kebaikan, minimal untuk kehidupan keluarga kami (inspirasi si Abi Alif ^^). Alfath merupakan salah satu nama surah dalam Al Qur’an yang berarti Kemenangan.

Maka, Alif Hamasy Alfath adalah doa untuknya sebagai anak pertama kami, teman pertama kami, dengan kepribadiaan yang penuh semangat, bertekad kuat dan bersungguh-sungguh dalam berjuang, untuk kemenangan agamanya, aamin. Begitu doa kami, yang kami cantumkan padanya dihari Jumat, hari ketiga kelahirannya.

alif-1-week

Alif Hamasy Alfath, it’s my Name

Skor apgarnya saat lahir 9, kemudian setelah dilakukan beberapa treatment menjadi 10, sehat, Alhamdulillah. Namun sikecil ini masih belum diizinkan pulang kerumah, karena kadar gula darahnya yang ternyata turun dimalam hari pertama kelahirannya. Ini membuat baby kecil ini seperti lemas dan selalu tidur.

alif-at-treatment-room

2nd Day Alif di Baby Treatment Room

2 hari harus menjalani treatment full diinkubator, dengan segala selang infusan cairan yang mungkin untuk menaikan kadar gula dalam darahnya. 2 hari kemudian sudah bisa lepas treatment inkubator, namun tetap harus hospitalization. These were my another hardest days in life. Harus tidur beda kamar dengan bayi pertama kami. Bolak balik kunjungan ke kamar baby-ruanganku. Tidur cuma beberapa jam sehari. Ditambah suami tidak dibolehkan menginap di rumah sakit. Ditambah kemampuan speaking bahasa Inggrisku yang kurang lancar untuk konsultasi perkembangan Alif dengan segala istilah kerumahsakitan. Ditambah ASI yang belum juga keluar. Ini juga yang membuat dia harus menerima susu formula dihari-hari pertamanya, sambil terus mengusahakan ASI ini, yang Alhamdulillah bisa released di hari ke 3.

alif-at-home

Alif Hamasy Alfath

Lahir dihari Rabu 8 April 2015 pukul 15:27, akhirnya si baby sudah diperbolehkan pulang dihari Minggu, 12 April. And.. welcome home baby Alif.. Ini rumah kontrakan kita dinegeri asing. Kelak kita bersama-sama akan ketawa, main dan nangis bareng dirumah ini🙂

Sore Di Desa

Suatu Sore

Suatu Sore

Sedikit Malu

Ada perasaan malu, saat melihat foto-foto jaman dulu, masa SMA dan kuliah. Perasaan malu. Bukan tentang gambar saya dan teman-teman yang dulu memang rembes, dekil, sedikit gak mengurus diri, bukan tentang itu. Tapi malu karena melihat bagaimana kami dan mereka yang dulu dan sekarang.

Apa yang membuat kami dahulu mau melewati banjir yang tingginya sepangkal paha, ditambah harus bawa pakaian ganti setelahnya, hanya untuk menghadiri rapat pengurus. Apa yang membuat mereka mau berbasah-basah kehujanan, hanya untuk melanjutkan agenda rapat kerja organisasi, yang sepanjang acara rapat, mereka harus menahan basah-basah dipakaiannya. Apa yang membuat mereka merelakan waktu liburannya, hanya untuk melaksanakan agenda-agenda LDF.

Senja di Pulau Kumala

Senja di Pulau Kumala, 15 Juli 2008. Usai Acara Raker Pengurus LDF

Perasaan malu ini membuat saya memberhentikan slide foto dikomputer. Lalu mulai kangen dengan mereka.

(Ke)Banyak(an) Ide

Sun at Tariif Road Abudhabi

Sun at Tariif Road Abudhabi

Tentang perubahan status, tentang hobi dan mainan baru, tentang cerita kota kecil ini, isi buku yang saya suka, tentang sekolah, cerita bertetangga dan bertahan dinegeri asing, tentang si kesayangan, pekerjaan yang saya rindukan, tentang semua beban saat ini, inspirasi membuat cerita pendek dan bersambung, kumpulan gambar-gambar menarik, tentang kehidupan Sun, Alif, keinginan merenovasi blog, membuat referensi hal-hal menarik dikota ini, tentang tarbiyah dzatiyah, sekolah kami, tentang holiday dan perjalanan-perjalanan kami, semua pengalaman yang berkesan, tentang keluarga, cerita orang-orang hebat yang saya temui, aaah.. banyak hal yang sebenarnya ingin tertulis.

Terkadang menulis bukan sekedar curahan hati kosong, tapi bahan agar saya bisa berfikir ulang tentang yang lalu, dan sekarang, untuk pencerahan esok.